Rabu, Juni 10, 2009

Ternyata Lebih Enak Jadi Sopir dr pd jadi Kondektur

Dipaste dr milis tetangga.


Kalau diibaratkan hidup berumah tangga seperti mengendarai bus, peran ganda memang tidak bisa dipungkiri. Adakalanya kondektur merangkap jadi sopir. Dan adakalanya pula, sopir berperan ganda sebagai kondektur.

Hidup berpasangan memang penuh warna-warni. Terlebih ketika sebuah pasangan telah teranugerahi buah hati. Pelangi hidup jadi kian semarak. Dan tiap warna memberikan kenangan tersendiri yang sulit terlupakan.

Di antara warna itu adalah ketika seorang suami ingin merasakan repotnya jadi seorang isteri. Ini otomatis menyangkut beban isteri pada anak-anaknya. Apa saja. Mulai masak, mengurus anak, menata perabot rumah, mencuci dan menyetrika pakaian, serta menampung keluhan anak-anak.

Mungkinkah? Jawaban sebenarnya bukan sekadar mungkin, tapi harus. Karena semua tugas itu memang terpikul di pundak suami. Suamilah yang paling bertanggung jawab atas semua beban hidup keluarga. Semantara isteri hanya sebagai kepanjangan tangan suami.

Buat suami yang mampu, mereka menyediakan para pembantu buat tugas-tugas rumah seperti itu. Ada juru masak, tukang cuci, perawat anak, dan tukang kebun. Tapi, buat yang kantongnya pas-pasan, masih ada cara lain. Mau tidak mau, suami mesti terjun mengurus seisi rumah. Setidaknya, itulah yang kini dialami Pak Hasan.

Bapak lima anak ini sadar betul kalau tugas isteri itu sangat berat. Belum lagi kesibukan sosial di masyarakat. Dan kesibukan luar itu bisa datang dari dua arah: sebagai pelaku dan sebagai peserta. Kalau dua sebagai itu tergabung, kesibukan luar bisa berlipat-lipat.

Buat Pak Hasan, seorang isteri adalah aset keluarga yang sangat mahal. Itulah kenapa ia bukan sekadar mengikhlaskan isterinya aktif di masyarakat, bahkan memberikan semangat ketika hasrat aktif itu mulai redup. Kalau sudah begitu, Pak Hasan mesti siap dengan urusan rumah. “Ah, cuma masak ama nyuci ini lah. Gampang!” tekad Pak Hasan sambil menatap sang isteri pergi.

Mulailah ia repot-repot memasak mie instan. Mie siap, telor ada, air dalam panci mulai tampak mendidih. Tapi.... Sesekali Pak Hasan menoleh ke arah anak-anak yang tak sabar menanti. Ada yang mulai menangis, ada yang teriak-teriak, ada juga yang sibuk berebut piring dan sendok. “Sabar, Nak!” suara Pak Hasan menambah riuh suasana.

Sejenak, ia seperti teringat sesuatu. Tatapannya tiba-tiba begitu tajam ke arah dua benda di hadapannya: mie dan telor. “Eh iya. Mana yang lebih dulu masuk, ya. Mie apa telor? Lha, saya kok jadi bingung,” suara spontan Pak Hasan tiba-tiba. Sementara, suara tangis dan teriakan anak-anaknya kian nyaring. Di luar dugaan, luapan air mendidih lebih dulu mematikan kompor sebelum Pak Hasan mengambil keputusan: antara mie dan telor.

Pernah juga Pak Hasan berepot-repot memandikan tiga anaknya yang masih balita. Sementara dua anaknya yang di SD sudah berangkat ke sekolah. Satu anaknya yang akan mandi tampak menangis, “Nggak mau ayah. Dingin. Ani nggak mau mandi!” Sedang di kamar mandi sudah tampak dua anaknya yang lain sedang guyur-guyuran dengan baju masih melekat di badan. “Hati-hati, Nak. Nanti masuk kuping!” teriak Pak Hasan sambil menggiring satu anaknya yang masih menangis ke kamar mandi.

Sesaat Pak Hasan terdiam. Ia seperti mengingat sesuatu, “Ah iya, sabun mandinya habis.” Pak Hasan tampak bingung. Nggak mungkin memandikan anak dengan bersih kalau nggak dengan sabun. Tapi, siapa yang mau pergi ke warung. Tak ada orang lain kecuali dia dan tiga anaknya yang sedang mandi. Kalau ditinggal pergi, ia khawatir anak-anaknya terjatuh. Duh, gimana dong? Pak Hasan tambah bingung.

Sejenak, matanya menangkap sesuatu di bak pencuci piring. Ah, itu dia. Pak Hasan bergegas mengambil sabun colek yang biasa digunakan isterinya buat cuci piring. “Yah, masih sama-sama sabun,” ucapnya sambil menghampiri anak-anaknya yang mulai kedinginan. Satu per satu, anak-anak diolesi sabun, dibilas untuk kemudian digosok dengan handuk. Mandi pun selesai.

Mulailah Pak Hasan menyiapkan baju salin anak-anak. Ia teliti satu per satu baju yang ada. Mulai dari kecocokan dengan cuaca yang musim hujan, warna, dan keserasian atasan dan bawahan. Saat itulah ia kembali dihibur dengan suara merdu tangis anak-anaknya. Kali ini, bukan cuma satu. Tapi ketiga-tiganya. “Aduh, gatal ayah! Badan adek gatal nih!”

Mendengar itu, spontan Pak Hasan menghampiri anak-anaknya. Ketiganya tampak sibuk menggaruk-garuk tangan, badan, dan kaki. “Kamu kenapa, Nak?” suara Pak Hasan agak panik. Tak ada jawaban kecuali tangis yang kian menderu. “Lha, kenapa ya? Jangan-jangan. ..sabun colek itu. Ya Allah!”

Pak Hasan menatap tiga anaknya yang sedang tidur siang. Sesekali, ia kembali mengolesi obat gatal di kaki sang anak yang hilang karena tergaruk. “Kasihan anak-anakku!” suara batin Pak Hasan sesaat setelah ia beranjak ke ruang tengah.

Dari ruang itulah ia bisa melihat hampir separuh isi rumahnya. Tampak ruang tamu yang acak-acakan. Dua kursi terbalik, dan taplak meja terlihat menjuntai di atas lemari pajangan. Belum lagi pemandangan lantai yang begitu semarak dengan mie instan mentah yang berserakan.

Ia pun menoleh ke ruang dapur. Tampak di sana piring-piring kotor saling bertumpukan. Dua gelas plastik tergeletak di lantai dengan genangan larutan warna coklat. Tak jauh dari situ, baju dan celana dalam anak-anak berserakan.

Saat itu, Pak Hasan teringat sesuatu. Ia kian sadar betapa tugas seorang isteri tidak mudah. Berat! Ah, ternyata lebih mudah jadi sopir daripada berperan sebagai kondektur.

Kamis, Juni 04, 2009

Senin, Juni 01, 2009

Manohara...oh Manohara.....



Saya sengaja meng-copy paste berita ini dari detik.com , krn saya termasuk yg bersimpati atas tragedi yg menimpa Manohara, bukan krn dy selebritis, tapi lebih kepada simpati sy kpd seorang wanita yg telah dianiaya.
Berikut kutipannya :

Bak sebuah drama, Manohara merupakan pemeran utama wanita yang baru saja menyelesaikan episode panjangnya di Kesultanan Kelantan. Banyak hikmah yang ia dapatkan, namun yang pasti Mano menyatakan tidak akan kembali lagi ke Malaysia, "Saya tidak mau ke Malaysia lagi," ucapnya.

Berikut petikan wawancara bersama Manohara di Markas Laskar Merah Putih, Jalan Biak, Petojo, Jakarta Pusat, Minggu (31/05/09)

Setelah kejadian ini, apakah Anda akan ke Malaysia lagi?

Saya tidak mau ke Malaysia lagi, I don't trust it anymore. Ke Singapore saja saya sudah mulai takut.


Bagaimana kronologis pulang ke Indonesia?

Jadi kita (pihak kerajaan Kelantan) ke sana (Singapura) karena sultan Kelantan ada heart attack (serangan Jantung), mau medical check up. Ketika itu harusnya 5 minggu, tapi ketika pihak kerajaan tau mama mau datang, baru 1 malam kita diminta packing.

Anda tahu Mama mau ke sana?

Ada seorang pihak kerajaan yang baik hati yang saya tidak bisa sebut namanya memberi tahu saya. Lalu saya mencoba mengulur waktu dengan mandi berlama-lama sampai digedor-gedor. Itu kan di lantai 13.

Setelah itu ketika kita turun lift, pihak kerajaan kasih tau jangan turun ke bawah karena mama sudah di lobi. Mano mau dibawa ke lantai 3, itu lantai Raja, Mano mau dikunci di sana. Tapi Mano gak mau. Sempat juga mau disuntik.

Mano akhirnya pencet-pencet tombol lift, dan datang polisi Singapura. Mano dibawa ke satu kamar dan tidak lama datang Mama. Pas di kamar, ada pihak embassy, saya legaan dikit. Lalu kita dibawa ke Airport.

Apa sebelumnya Anda pernah mencoba kabur dari Kelantan?

Enggak mungkin bisa kabur dari sana, karena kalau ketahuan pasti security-nya ditingkatin. Jadi Mano cari yang possibility nya ada.

Kekerasan seperti apa yang selama ini Anda terima?

Setiap hari ada kekerasan, yang silet-silet, sexual harassment, mental abuse, it is true.

Tadi Anda bilang disuntik, memang sebelumnya pernah disuntik juga?

Dulu pernah dua kali disuntik. Makanya saya mau cek ke dokter.
Sebab pernah ketika keesokan habis disuntik saya muntah darah dan tidak lebih dari 4 hari berat badan saya naik 10kg. Itu kan nggak wajar. Mungkin mereka ingin terlihat saya sering makan atau terkesan hamil.

Mano takut makan. Karena pernah sehabis makan langsung tidur dan pernah juga jadi grogi.

Apakah Anda merasakan adanya efek psikis?

Iya, several weeks I have depression. Tapi kalau saya sakit, saya membiarkan mereka menang.

Apa Anda menjadi trauma dengan laki-laki?

Kalau trauma, it means Teuku has killed my life.

Pernah tidak, Anda menanyakan kenapa Fakhry melakukan hal tersebut?

His answer because you are my property.

Apakah sekarang Anda masih cinta dengan Fakhry?

Perasaan definetely udah nggak cinta, tapi kalau perasaan benci Mano pikir itu sama dengan menyakiti diri sendiri saja (Mano tidak ingin memelihara perasaan benci).

Menurut Mano, Tengku agak pshyco. Kalau dia lagi stubborn (keras kepala), saya seperti property bagi dia, saya seperti bukan manusia. Kalau orang biasa, pasti tidak akan melakukannya kan?

Apa yang akan dilakukan ke depannya? Apakah akan kembali ke dunia model?

Ke dunia model, why not?


Mano juga mau menjadi aktivis. Mano mau make sure masyarakat kita yang ada di luar sana tetap terjaga. Supaya kalau ada yang menelepon (ke Kedubes Indonesia di Malaysia) nggak dibilang libur. Sebab banyak masyarakat Indonesia di sana yang mendapatkan perlakuan serupa. Bahkan banyak warga Malaysia yang ingin pulang tapi tidak diizinkan oleh raja. Most basic human right itu gak didapatkan di sana.

Mano juga ingin meminta agar Kedubes RI di Malaysia diganti. Dia (Dubes RI) yang bilang kalau Mano senang-senang di KL (Kuala Lumpur), padahal kan tidak. Jadi harus diganti Kedubes RI di sana.

Apa pernah ada bantuan dari Kedubes RI di Malaysia?

(Ibu Manohara menjawab) Enggak ada bantuan dari kedutaan Indonesia di sana, saya hanya dapat bantuan dari Laskar Merah Putih.

Apakah akan ada proses hukum ke depannya?

Mau ada proses hukum. Nanti lebih lanjut akan dibahas oleh lawyer saya.

Mano akan cerai dengan Fakhry?
Iya mau cerai. Memang dari dulu saya mau cerai.

Kalau di foto, Anda terlihat senang. Itu benar?

Foto itu semua di-plan. Mesti senyum. Kalau tidak diikuti lebih parah konsekuensinya. Abuse nya lebih kasar. Perhiasan
Itu juga berlian punya raja. Mano hanya dipinjamkan. Pas selesai (acaranya), semuanya dilepas sama bodyguard-nya.

Apa benar di sana Anda digaji?

Terus terang saja, di sana Mano membuat kue. Memang sempat dulu dikasih 3000 Ringgit, tapi nggak pernah dipakai karena sulit harus ada perizinan untuk menggunakannya.

Kalau pun saya menggunakannya, saya akan memilih untuk membagi-bagikannya kepada waitresses (pelayan) di sana. Di istana ada semacam waitresses yang satu bulannya hanya digaji 500 Ringgit. Mereka bekerja selama 24 jam. Kalau mereka memecahkan sebuah gelas, mereka harus menggantinya.

Terus terang saya marah banget sm pihak Kerajaan Malaysia, yang spt nya udah membuka konfrontasi langsung dgn kita, belum lagi masalah pesawat tempur mrk ygselalu aja memasuki wilayah negara kita. Angkatan Laut kita aja udah sebel banget, tp mrk hrs menahan sabar. mrk harus menunggu pihak pemerintah dlm hal ini mgkn DPR yaa...

Heran deh... gimana tanggapan anda.

Jumat, Mei 29, 2009

"The Vitamin" -- Suplemen buat penggemar MP3 Player

Di era teknologi yg serba canggih ini, lahir sebuah device baru yaitu sebuah mp3 player yg berbentuk spt kapsul yang diberi nama "The Vitamin", mp3 player mini yang menggabungkan hobi kita terhadap music, gadget dan obat dari resep dokter menjadi satu(loh??). Karena bentuknya yang seperti kapsul obat tentunya:)...

Dengan panjang 2.7 inci dan diameter 1 inci, untuk membuka kontrolnya, anda cukup menarik pill tersebut, lalu diputar ke depan atau ke belakang untuk mengganti track lagu. Walaupun sedikit bingung, bagaimana volume dan 30 channel FM radio bisa muat dalam kontrol yang sekecil itu, seperti mereka klaim. Tapi hal tersebut baru bisa terbukti saat produk ini diluncurkan nanti.

Sayang nya masih belum tahu kapan tuh diluncurkan, jadi baru bisa dinikmati gambar nya dulu yaa.. paling ga nti kl dah muncul di pasaran, saya dan anda yg sedang baca blog ini udah tau tuh...hehehe... jd ga gaptek lagi... So... just watch this picture .....






Selasa, Mei 26, 2009

Facebook Haram...

Indonesiana banget yaa..... mesti kl ada sesuatu yg sedang booming...pasti deh heboh... trus lgs deh diributin, lgs ada kontroversi. Trus apa sih yg saat ini lagi rame2nya ??? Apalagi kalo bukan Facebook, benda ajaib yg tiba2 booming dan fenomenal itu yg membuat orang2 pada kecanduan. Tapi yg namanya sesuatu yg baru, pastilah heboh dan rame, jgn kwtr deh.. sebentar lagi juga ada yg lain yg mem-booming.
Nah..... koq Facebook ini jadi diharamkan ??? Apa g ada kerjaan lain ??? Yang beginian diharamkan??? Facebook lahir melalui media Internet, semua pada tau kan kalau Internet itu seperti pisau yang bermata dua, ada sisi baiknya ada juga sisi negatifnya. Emang sih... kebanyakan yg memilih sisi negatifnya... apa krn berbuat dosa itu enak yaa ????
Bagi saya.... kl yg namanya mau berbuat ga baik itu bisa menggunakan sarana apa aja koq. Ga mesti pake Facebook kalo emang mo selingkuh. Tanpa adanya fasilitas IT, kita semua tetap bisa selingkuh.... (itu kan yg membuat MUI jadi pgn buat fatwa haram??? ), dari jaman dulu juga udah bnyk koq org selingkuh, napa harus repot2 membuat fatwa Facebook haram. Lucu yaa ????

Senin, Mei 25, 2009

Ayah...Sex itu apa sih ???

Suatu pagi seorang anak yang baru masuk sekolah dasar bertanya kepada
ayahnya: 'Yah........ ayah..... ...sex itu apa sih, yah.....?'

Terperanjat si ayah mendengar pertanyaan si upik. Terbayang dia
tentang arus modern zaman sekarang yang membuat manusia berpikiran
terbuka, termasuk anak yang masih kecil. Sesuai dengan konsep
pendidikan seks yang sedang hangat dibicarakan, mulailah si ayah
mencari-cari jawaban yang sesuai dengan umur dan harapan anaknya yang
ia harapkan tak mau tertinggal dalam arus pendidikan modern.

Maka si ayah pun mulai memberikan jawaban denganm mengkiaskan kumbang
dan bunga, telur yang yang menetas jadi berudu dan kemudian menjadi
katak, hujan serta benih yang berkembang menjadi tunas, diikuti dengan
pembentukan bayi dalam kandungan.

Sebelum mengakhiri semua jawaban itu, si ayah menyelipkan juga kisah
percintaan antara ia dan mamanya sejak dari zaman sekolah menengah
hingga sampai kelahiran seorang bayi comel yaitu si anak yang bertanya
itu.

Tiba-tiba si anak menangis terisak-isak. Si ayah
keheranan:'Eh. ....kenapa. ...?'. Si ayah bertanya keheranan. Tetapi
si anak masih tetap menangis. Sambil menangis anaknya berkata: "Kok
jawabannya panjang amat? Hu.........hu. .......hu... ......... terus
dimana tempat untuk nulis jawabannya? Ayah ajalah yang nulis
jawabannya.. !! Hu......hu. .....hu.. ....hu", tangis si Upik sambil
lantas menyerahkan buku latihan Bahasa Ingris yang pada cover depannya
tertulis:

NAME : ............ ......... ......... ...
SCHOOL : ............ ......... ......... ....
CLASS : ............ ......... ......... ...
SEX : ............ ......... ......... ...

Rabu, Mei 20, 2009

Perbuatan Biadab Atas Nama Tugas

Adakah perbuatan yg lebih biadab dibanding dengan membunuh dengan alasan krn menjalankan tugas??? Apalagi yg dibunuh adalah seorang balita. Mengerikan yaa apa yg terjadi di kota Surabaya baru2 ini, seperti yg banyak diberitakan, kebiadaban itu terjadi ketika diadakannya penggusuran yang dilaksanakan oleh Satpol PP terhadap pedagang di kota Surabaya. Salah seorang petugas Satpol PP, yang sedang berusaha menggusur sebuah gerobak bakso yang saat itu dipertahankan oleh pemiliknya seorang ibu yang sedang menggendong anak balitanya. Karena didasari oleh rasa sombong, arogan sok... si petugas malah menendang si ibu, jatuhlah anak balitanya bersamaan dengan terbaliknya gerobak bakso, akibatnya...yg berikutnya terjadi adalah... kuah bakso yg tumpah dari wadahnya langsung mengguyur balita...wuih... tidak terbayang deh..betapa sakitnya tuh badan yang terguyur air panas yg mungkin saat itu dalam kondisi mendidih. Meski balita itu langsung dibawa ke rumah sakit, namun Tuhan berkehendak lain, dia meninggal setelah dirawat.
Si pelaku saat ini sudah ditahan polisi dan masihdimintai keterangannya.
Saya tertarik menulis tentang ini, karena saya paling tidak suka dengan perbuatan2 biadab karena kesombongan. Terus terang saya paling tidak suka dengan petugas Satpol PP yang selalu arogan dalam menjalankan tugasnya, secara menyeluruh saya mengerti banget dg tugas2 mereka, tapi... apakah tidak bisa dengan cara2 yg persuasif??? Mereka dengan sombong dan angkuh kl org jkt bilang "BELAGU", biasanya langsung menyita semua dagangan termasuk peralatan pendukung spt gerobak.
Saya setuju dengan penertiban, tapi kalau dijalankan dengan benar, nah.. yang terjadi adalah : Penertiban yg cuma sesaat, besok2 nya Satpol PP nya disogok, lalu semua barang dagangannya dikembalikan setelah membayar sejumlah uang, trus... pedagang nya berdagang lagi. Besok2 ditertibkan lagi...lalu disogok lagi... dagang lagi.. gitu deh seterusnya. Lihat saja di Pasar Minggu, pedagang kakilima nya g pernah berhenti berjualan sampe memacetkan jalan, petugas nya diem aja, tp begitu stok duit dah habis, mulai deh nyari duit lagi dengan menertibkan pedagang, brengsek banget kan ???
Sampai terjadi tragedi mengerikan itu... sudah jatuh korban, anak kecil, balita.. ga terbayang gmn perasaan ibunya. Meski mrk mendapatkan santunan yg cukup besar nilai Rupiahnya (Pemda Surabaya memberi 35 jt), tapi itu semua ga bisa mengembalikan nyawa sang anak.