Selasa, Oktober 30, 2012

Motherboard


Motherboard merupakan perangkat yang berfungsi mengintegrasikan semua device/periferal server pada satu papan sistem (board) agar saling bekerjasama, seperti Processor, RAM, HDD sampai ke sistem konektor Input/Output (USB, LAN, PS/2 dan lain-lain). Motherboard pasti digunakan pada semua tipe komputer atau perangkat elektronika lainnya. Fungsinya sangat penting, karena pada dasarnya spesifikasi suatu server bergantung dari tipe Motherboard yang digunakan. Kita tidak mungkin menginstalasi suatu device apabila spesifikasi suatu Motherboard tidak menyediakannya.
Contoh : apabila Motherboard menggunakan socket-775 untuk processor, maka kita hanya dapat memasang processor Xeon 3000 series saja karena processor Xeon 5000 dan 7000 series menggunakan tipe socket berbeda.



Socket Processor
Socket Processor, merupakan tempat dimana Processor dipasang. Pada server platform Intel dikenal tiga tipe socket processor seperti pada tabel dibawah :
Tabel Socket Processor Intel Xeon
Socket
Processor
LGA775
Intel Xeon X3000 dan 3000 series
LGA771
Intel Xeon X5000 dan 5000 series
PGA 604-pin
Intel Xeon 7000
Keterangan :
  • LGA singkatan dari Land Grid Array, merupakan tipe socket berbentuk kaki pin-pin kecil dalam susunan array. LGA merupakan teknologi baru socket processor yang dikenalkan pada saat era Pentium 4 generasi baru (Pentium 4 lama masih menggunakan Socket pin 478). Dengan LGA, maka processor tidak memiliki pin lagi, diganti dengan titik bola-bola kontak kecil dalam sususan array yang akan langsung terkoneksi di pin socket pada saat pemasangan.
  • PGA singkatan dari Pin Grid Array, merupakan tipe socket berbentuk lubang-lubang kecil dalam susunan array. PGA digunakan untuk Processor yang masih menggunakan kaki pin sebagai kontak-nya. PGA merupakan socket tipe lama yang sudah dikenal pada Processor zaman dulu, seperti Pentium II, Pentium III, Pentium 4 (versi awal), Xeon (versi awal), dan lain-lain.

Slot RAM (DIMM)
Slot RAM (DIMM) merupakan tempat dimana memori atau RAM dipasang. Baca mengenai RAM

Slot PCI (Peripheral Component Interconnect)
Slot PCI (Peripheral Component Interconnect). Slot ini berfungsi untuk memasang berbagai Card Module (Add-in Card) yang tidak disediakan oleh sistem motherboard, seperti RAID, SCSI, Gigabit, SAS Controller dan sebaginya. Card tambahan ini diperlukan server untuk meningkatkan fungsinya (baca Scale Up pada Bab 1), karena fungsi tersebut tidak disediakan oleh Motherboard.
Pada beberapa tipe motherboard server lainnya, fungsi-fungsi seperti diatas telah disediakan (di-istilahkan dengan “On-Board”).
Pada server tersedia beberapa tipe Slot PCI, yaitu :
  • PCI, singkatan dari Peripheral Component Interconnect. PCI merupakan teknologi slot yang paling umum digunakan pada motherboard, baik Server maupun Desktop. Secara fisik PCI berwarna putih dan umumnya terdapat lebih dari satu unit dalam sebuah sistem motherboard. PCI masih menggunakan pengolahan paralel, dan biasa digunakan untuk fungsi RAID, Gigabit Ethernet, SAS dan lain-lain. PCI memiliki varian sebagai berikut :
·          
    • PCI (atau disebut PCI version 3.0), memiliki width sebesar 32-bit dan bus 33 MHz, sehingga menghasilkan bandwidth sebesar 133 MB/s. PCI juga memiliki tegangan sebesar 3.3 Volt.
    • PCI-X memiliki width sebesar 64-bit dan bus 100/133 MHz, sehingga menghasilkan bandwidth maksimal sebesar 1,014 MB/s. PCI-X memiliki tegangan sebesar 1.5 Volt.
    • PCI-X 2.0 memiliki width sebesar 64-bit dengan bus 266 MHz, sehingga menghasilkan bandwidth sebesar 2,035 MB/s.
Beberapa Add-in card server menggunakan slot PCI-X dan PCI-X 2.0, contohnya RAID Card Controller versi tertentu.
  • PCI Express (disingkat sebagai PCI-e) merupakan generasi terbaru dari PCI. Disebut “Express” karena performa-nya lebih tinggi dari PCI biasa, dengan pengolahan serial. PCI Express merupakan slot pengganti dari PCI biasa (termasuk juga slot AGP untuk graphics card), karena memiliki performa yang lebih baik untuk mengadaptasi berbagai add-in card tipe-tipe terbaru. PCI Express umum digunakan pada berbagai Motherboard generasi baru, serta memiliki beberapa tipe :
·          
    • PCI Express x1 : 250MB/s
    • PCI Express x2 : 500MB/s
    • PCI Express x4 : 1GB/s
    • PCI Express x8 : 2GB/s
    • PCI Express x16 dengan bandwidth sebesar 4GB/s. Slot ini biasanya digunakan sebagai slot VGA (graphics adapter). PCI-e x16 tidak digunakan pada motherboard server, karena server umumnya menggunakan graphics controller terintegrasi.
Konektor ATA (Advanced Technology Attachment)
Konektor ATA (Advanced Technology Attachment) adalah konektor untuk mengkoneksikan Hard Disk tipe ATA atau Optical Drive (CD/DVD ROM). Baca mengenai Hard Disk

Konektor SATA (Serial – ATA)
Konektor SATA (Serial – ATA) adalah konektor untuk mengkoneksikan Hard Disk tipe SATA

Konektor SCSI/SAS
Konektor SCSI/SAS adalah konektor untuk mengkoneksikan Hard Disk tipe SCSI atau SAS

Power Connector
Power Connector adalah konektor untuk menghubungkan modul power supply dibarebone ke motherboard. Pada motherboard server dikenal dua buah konektor power, yaitu 24-pin connector (sebagai konektor utama) dan 8-pin connector 12V (sebagai konektor tambahan). 

BIOS (Basic Input Output System)
BIOS (Basic Input Output System) merupakan IC Controller yang berfungsi untuk menyimpan data-data perangkat (device) beserta setting-nya yang digunakan pada Server. Dengan BIOS, maka waktu booting server (inisialisasi) akan lebih cepat karena Processor tidak perlu membaca device satu per-satu untuk mengenali fungsi masing-masing perangkat itu.
Seperti kita ketahui bahwa Processor merupakan perangkat utama yang mengatur fugsi-fungsi perangkat lainnya seperti HDD, RAM, VGA, dan sebagainya agar saling bekerjasama. Pada saat menyalakan Server, Processor harus mengenali semua perangkat tersebut agar dapat mengatur mereka. Untuk menghemat waktu, maka dipasanglah sebuah IC BIOS yang memuat segala informasi yang dibutuhkan oleh processor tersebut. BIOS juga berfungsi untuk mengatur fungsi-fungsi dasar komputer seperti jam, tanggal, media penyimpanan dan lain-lain. Dan yang terakhir BIOS berfungsi untuk menghubungkan semua perangkat keras agar dapat dikenali oleh sistem operasi seperti Windows & Linux.
BIOS lazimnya menggunakan IC tipe EEPROM (Electrically Erasable Programmable Read Only Memory), yaitu tipe IC yang dapat dihapus dan diprogram ulang melalui sistem elektrik. Data-data didalam BIOS tidak boleh hilang atau berubah (kecuali jika sengaja dilakukan), hingga diperlukan sebuah baterai untuk menahannya. IC BIOS tidak dapat menahan data jika tidak ada power-nya, makanya kita lazim melihat sebuah baterai didalam motherboard.
Untuk mengkonfigurasi data didalam BIOS diperlukan aplikasi khusus yang disebut sebagi Firmware. Firmware dapat selalu diupgrade agar perangkat yang dikenali BIOS dapat selalu diperbaharui. Istilah ini sering disebut sebagai “Update BIOS”.
Beberapa perangkat lain biasanya memilki BIOS terpisah yang akan mengatur fungsinya secara independen, seperti RAID Modul. Baca tentang RAID

Chip-chip pendukung
Chip-chip pendukung merupakan controller yag memiliki fungsi tertentu dalam motherboard, seperti Audio, LAN (Ethernet), SCSI dan RAID. Jika kita melihat terdapat satu fungsi dalam motherboard (misalnya RAID), maka sebetulnya pada arsitektur Motherboard menggunakan chip controller tertentu. Misalnya untuk graphics adapter menggunakan chip controller merek ATI, atau fungsi RAID menggunakan chip controller dari LSI

Konektor (Port)
Konektor (Port) merupakan gerbang input/output yang menghubungkan server dengan peralatan eksternal seperti Hub/Switch, Monitor, Modem, Acces Point dan lain-lain. Sebuah server umumnya mengandung konektor sebagai berikut (terletak dibagian belakang) :

Chipset

Chipset merupakan “jantung” dari Motherboard. Perangkat ini menentukan spesifikasi dan fitur dari Motherboard secara keseluruhan. Bahkan bisa dikatakan bahwa sebuah Motherboard tergantung dengan chipsetnya. Motherboard server umumnya memiliki dua tipe chipset yang saling bekerja sama, yaitu MCH dan ICH.

Description: http://opensource.telkomspeedy.com/wiki/skins/common/images/magnify-clip.png
Controller Northbridge dan Southbridge
MCH singkatan dari Memory Controller Hub (kadang disebut sebagai Northbridge), yaitu chip yang mengatur lalu-lintas data diantara Processor, Graphics Controller dan Memory (RAM). Sedangkan ICH singkatan dari Input/Output Controller Hub (kadang disebut sebagai Southbridge) merupakan chip yang mengatur lalu-lintas data pada peralatan HDD dan I/O seperti LAN, Modem, USB, Keyboard/Mouse, dan lain-lain. MCH dan ICH saling bekerjasama satu sama lain agar sistem komputer berjalan dengan sempurna.
Sebuah chipset sebetulnya memiliki spesifikasi dan generasi tertentu. Biasanya chipset dirilis mengikuti satu teknologi baru yang telah dirilis sebelumnya, seperti tipe processor terbaru, RAM terbaru dan lain sebagainya. 

Tabel Beberapa tipe Chipset server Intel
Chipset
Jumlah Core
Processor
System Bus
Intel® 3010
1
Intel® Pentium® D
1066/800/533 MHz
Intel® 3000
1
Intel Pentium D
1066/800/533 MHz
Intel® 5000P
1-2
Dual-core Intel® Xeon® s 5000 series
1066/1333 MHz
Intel® 5000V
1-2
Dual-core Intel Xeon 5000 series
1066/1333 MHz
Intel® 5000X
1-2
Dual-core Intel Xeon 5000 series
1066/1333 MHz
Intel® E8870
1-4
Intel® Itanium® 2
400 MHz
Intel® E8870 featuring the E8870SP component
1-4
Intel Itanium 2
400 MHz
Intel® E8501
1-4
Dual-Core Intel® Xeon® 7000 sequence
800 MHz
Intel® E8500
1-4
64-bit Intel® Xeon® MP
667 MHz
Intel® E7505
1-2
Intel® Xeon® 533 MHz 512K L2 cache
400/533 MHz
Intel® E7500
1-2
Intel Xeon 512K L2 cache
400 MHz
Intel® E7501
1-2
Intel Xeon 533 MHz 512K L2 cache
400/533 MHz
Intel® E7520 and E7320
1-2
64-bit Intel Xeon 2MB L2 cache
800 MHz


Intel Xeon 800 MHz 1MB L2 cache

Intel® E7230
1
Intel® Pentium® 4 Hyper-Threading
1066/800/533 MHz


Intel Pentium D

Intel® E7221
1
Intel Pentium 4 Hyper-Threading
800/533 MHz
Intel® E7210
1
Intel Pentium 4
800/533 MHz

Jumat, Oktober 12, 2012

Konstruksi Komputer

Yang dimaksud dari Konstruksi Komputer adalah Sistem yang membangun beroperasinya sebuah komputer. Sistem itu dapat terdiri dari Elemen-elemen yang saling terkait, jika salah satu elemennya tidak ada, maka tidaklah dapat dikatakan sebagai kesatuan sebuah komputer.
Adapun elemen-elemn tersebut adalah :
  • Hardware
  • Software
  • Brainware
Definisinya adalah :
  • Hardware : berupa perangkat keras dari komputer itu sendiri, misalnya CPU, Memory, Hard Disk, Keyboard, Mouse, Monitor dan lainnya.
  • Software : berupa perangkat lunak yang dapat berisi sebuah program yang membuat komputer bisa berkomunikasi dengan user. Software dapat berupa Sistem Operasi, Aplikasi serta Utility.
  • Brainware : adalah peangkat otak yaitu manusia sebagai operator komputer. Ada beberapa tingkatan dari Brainware ini, yaitu : Operator, Programmer dan System Analis.
Coba anda imajinasikan, andai sebuah komputer tidak memiliki Elemen Hardware ?? Apa yang dapat anda lakukan jika hanya memiliki Software saja...lalu dimana anda harus memasang atau meng-instal Software tersebut.
Begitu juga jika anda hanya memiliki Hardware saja, namun tidak memiliki software, maka komputer andapun tidak dapat berfungsi dengan benar.
Jadi secara sederhana, pada Konstruksi Komputer itu harus lah lengkap elemen-elemen yang membangun sistem komputer itu.
Pada elemen Software yang paling utama dibutuhkan adalah Sistem Operasi, ada bermacam-macam sistem operasi, diantaranya adalah :
  • Microsoft Windows : Windows 3.1, Windows 9.x, Windows XP, Windows Vista, Windows 7 serta Windows 8 (ini yang paling mutakhir),
  • LINUX dengan berbagai Distribusi (Distro) : Debian, Ubuntu, Suse, Redhat, Trustix dan lain-lain.
  • MAC OS : Versi 1 s/d 11
  • Symbian : Ini adalah sistem operasi khusus Smartphone
  • Android : ini juga Sistem Operasi yang dibuat untuk Smartphone, ada beberapa versi Android yaitu : Cupcake, Donut, Eclair, Froyo Gingerbread, Honeycomb, Ice Cream Sandwich, Jelly Bean.
Selanjutnya Sofware dikategorikan ke dalam :
  • Aplikasi : Microsoft Office, Adobe Photoshop, Corel Draw, AutoCAD
  • Utility : Norton Anti Virus, Smadav, Auslogic Defragmenter, PC Tools, Unformat, Undelete dan lain-lain.
  • Games : GTA, Sonic dan banyak lagi.

Sabtu, Oktober 06, 2012

USB 3.0


USB atau Universal Serial Bus merupakan sebuah penemuan di dunia komputer yang termasuk terbaik, sebab dengan adanya port (koneksi penyambungan antara komputer dengan peralatan tambahan) jenis ini, menjadikan pemindahan data menjadi lebih cepat dari pada yang sebelumnya menggunakan port serial maupun paralel.
Dengan USB kita dapat menyambungkan lebih banyak peripheral (peralatan tambahan) ke komputer kita. Port USB juga dapat diperbanyak dengan menggunakan USB HUB (lihat gambar)
Sehingga tidak ada lagi keterbatasan untuk menambah perangkat peripheral pada komputer anda. Dengan adanya port interface inilah yang memunculkan media penyimpan seperti USB Flashdisk sampai ke Hard Disk Eksternal.
Termasuk peralatan tambahan lain seperti USB Scanner, TV Tuner, Sound Card, Speaker serta banyak lagi perangkat lain sebagi alat bantu aktivitas kerja kita.

Ulasan saya kali ini adalah tentang Port Universal Serial Bus (USB) Versi 3.0. Port ini merupakan lanjutan dari port USB 2.0 yang selama ini sudah umum kita pakai.
Peningkatannya ada pada kecepatan data transfer nya, sehingga jika kita menggunakan port USB 3.0, diharapkan kecepatan data yang anda copy antar PC ke perangkat Flashdisk menjadi lebih cepat.

Pada saat pertama kali keluar versi USB nya adalah 1.0, hanya memiliki bandwidth sebesar 1,5 MBPS (Mega Byte Per Second) hingga 12 MBPS. Kemudian ada peningkatan pada USB versi 2.0 dengan kecepatan hingga 480 MBps.
Pada 17 Nopember 2008, USB Implementers Forum mengumumkan penerus dari USB 2.0, yaitu USB 3.0, kemudian diluncurkan pada Januari 2010.
Kecepatan nya meningkat secara signifikanyaitu dengan bandwith sebesar 5 Gbps, peningkatan 10 x lebih ini akan memberikan kenyamanan bagi kita ketika akan mentransfer data yang sangat besar, misalnya data Video. Efeknya....?? Anda tidak harus menunggu lama ketika ingin meng-copy data dari komputer ke Flashdisk anda, tapi ada syaratnya.... Flashdisk anda pun harus diganti dengan Flashdisk yang sudah mendukung versi 3.0 yang saat ini masih lebih mahal harganya dibanding versi 2.0.
Port USB 3.0, sudah banyak diterapkan pada komputer-komputer atau laptop terbaru dewasa ini. Biasanya port USB 3.0 berwarna biru pada laptop. (lihat gambar)
Jika anda mencolokkan Flashdisk anda yang masih versi 3.0 ke port USB 3.0, kemungkinan komputer anda tidak dapat mendeteksinya, kecuali Mouse.Jadi jangan sampai anda kaget karena merasa port USB anda tidak berfungsi.Meskipun colokannya sama, namun tidak berfungsi jika versinya berbeda.
Berikut ini beberapa merk Hard Disk Eksternal yang sudah memanfaatkanUSB 3.0 ini :
Transcend Storejet 25M3 500 GB
ADATA Nobility NH01 500 GB
PQI H566 500GB
Buffalo Ministation Lite 640 GB