Pagi-pagi dimulai dengan bongkar laptop HP yang mengalami overheat alias gampang panas. Lumayan rumit juga nih bongkarnya, butuh waktu hampir 1 jam, barulah nih lappy terbuka dan terpampang lah isinya seperti gambar-gambar yang saya tampilkan.
Bagian yang cukup rumit adalah pada saat mengangkat mainboardnya, tidak menggunakan baut, tapi hanya menempel pada sambungan-sambungan kabel flexible.
Harus extra hati-hati tuh.
Alhamdulillah... akhirnya bisa dibuka....dan inilah kira-kira tampang jeroannya.
Kita semua pasti butuh udara, nah...udara itu kan mengandung Oksigen. Jadi, mudah2 an blog saya ini bisa menjadi Oksigen bagi kita semua.
Selasa, Maret 22, 2016
Jeroan Laptop
Sabtu, Maret 19, 2016
Mengenal Resolusi Gambar
Ketika kita akan memulai Aplikasi Adobe Photoshop, kita harus menentukan ukuran kanvas nya lebih dahulu, sebab hal ini sangat penting untuk menempatkan hasil karya editing foto yang kita buat.
Gambar yang ditampilkan di layar monitor baik itu layar komputer atau perangkat gadget lainnya, sebenarnya merupakan susunan titik-titik yang membentuk kesatuan gambar, titik-titik inilah yang disebut dengan resolusi.
Resolusi adalah istilah yang digunakan untuk menyatakan jumlah titik atau pixel yang digunakan untuk menampilkan gambar di layar monitor. Secara logika, jika kumpulan titik ini semakin banyak yang mengisi sebuah area gambar maka semakin tajam pula gambar tersebut. Semakin tinggi resolusinya berarti semakin banyak pula titik.
Titik-titik yang mengisi area gambar ini disebut PIXEL atau PICTURE ELEMENTS.
Pixel merupakan bagian terkecil dari sebuah gambar yang ditampilkan pada perangkat-perangkat Gadget kita, bentuk Pixel ini adalah persegi, dari barisan susunan Pixel ini yang membuat kita bisa melihat gambar pada layar.
Format penulisan ukuran atau satuan Pixel adalah "JUMLAH PIXEL HORIZONTAL x JUMLAH PIXEL VERTIKAL".
Sebagai contoh : Resolusi layar seperti berikut 1920 x 1080 (pixel horizontal = 1920 x pixel vertikal 1080)
Ini artinya : gambar yang ditampilkan terdiri dari 2.073.600 pixel (hasil dari perkalian 1920 dikali 1080).
Selain dipengaruhi oleh resolusi, tentunya ketajaman suatu gambar dipengaruhi juga oleh ukuran gambar yang ditampilkan. Untuk layar dengan resolusi yang sama, gambar pada layar yang lebih kecil tentunya akan terlihat lebih tajam dibandingkan dengan gambar pada layar yang lebih besar (kita biasa menyebut "gambarnya pecah"), penyebabnya adalah ada;ah pixel-pixel yang menjadi lebih rapat pada layar yang lebih kecil.
Selain itu, jarak dari mata kita ke gambar juga tentunya mempengaruhi ketajaman gambar, karena semakin dekat gambar akan terlihat lebih lebih besar, sebaliknya semakin jauh maka gambar akan terlihat lebih kecil.
- 720×480 : DVD, D-VHS, miniDV, Digital8
- 1280×720 : Blu-ray, HD DVD
- 1440×1080 : HDV
- 1920×1080 : HDV, HD DVD, Blu-ray, AVCHD, HDCAM SR
- 1998×1080 : 2K Flat
- 2048×1080 : 2K Digital Cinema
- 4096×2060 : 4K Digital Cinema
- 7680×4320 : UHDTV
- 15360×8640 : 16K Digital Cinema
Semoga bermanfaat
Jumat, Maret 18, 2016
Sahabat Paling Setia
Saya punya sahabat yang paling setia menemani hari-hari saya. Sahabat dikala suka maupun duka, gak pernah menuntut yang macem-macem. Kemanapun saya pergi dia selalu menemani, makanya ... saya juga selalu setia sama dia, meskipun udah punya yang baru, saya tetap lebih memilih dia untuk menemani semua aktifitas saya.
Yaa.... dia benar-benar sahabat, bukan cuma teman biasa.
16 tahun sudah dia menemani tanpa kerewelan yang berarti, tak pernah membuat saya susah, tak pernah membantah, tak pernah mengeluh walau dalam kondisi apapun, padahal dia lebih sering saya tinggalin sendirian diluar kepanasan, dia tetap setia menunggu, bahkan seharian...
Saya ajak jalan jauh...
Jalanan yg buruk...
Jalanan yg penuh rintangan...
Tak pernah protes...
Yaa.... dia benar-benar sahabat, bukan cuma teman biasa.
16 tahun sudah dia menemani tanpa kerewelan yang berarti, tak pernah membuat saya susah, tak pernah membantah, tak pernah mengeluh walau dalam kondisi apapun, padahal dia lebih sering saya tinggalin sendirian diluar kepanasan, dia tetap setia menunggu, bahkan seharian...
Saya ajak jalan jauh...
Jalanan yg buruk...
Jalanan yg penuh rintangan...
Tak pernah protes...
Dia lahir di bulan Maret tahun 2003, dengan bulan yang sama dengan bulan lahir saya, ini mungkin yang memunculkan Chemistry diantara kami.... hehehe.....
Sangat sulit rasanya untuk berpisah dengan nya.... lebih mudah saya meninggalkan yanglain dari pada dia.
Dialah sahabat setia saya...
Dialah teman terbaik dalam hidup saya...
Dialah yang paling mengerti apa aja tentang saya...
Dialah "My Blue Smash"...
Dialah "My Blue Smash"...


Tak kan pernah berpaling dari nya......hehehe...
Rabu, Maret 16, 2016
Museum Unik De'MATA
Di Yogyakarta ada lagi tempat unik yang bagus buat kita kunjungi, namanya Museum De MATA atau Trick Eye Museum. Sesuai dengan namanya, tempat ini memang merupakan Museum Seni yang berisikan dengan gambar-gambar yang tampil 3 Dimensi, yang membuatnya unik adalah, jika kita mengambil foto dengan latar belakang tampilan 3 Dimensi itu, maka hasilnya pun menjadi seolah-olah kita berada ditempat sebenarnya.
Lokasi dari Museum De MATA ini ada di dalam area XT Square Gedung Umar Kayam, lantai Basement, Jl. Veteran Umbulharjo, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Gedung Museum De MATA berdampingan dengan Museum De ARCA yaitu museum yang berisi dengan patung lilin orang-orang terkenal (semoga penulis berkesempatan juga untuk mengunjungi Museum De ARCA ini).
Museum ini sangat menarik, terutama bagi yang menyukai Fotografi, semua gambar-gambar yang ada membuat decak kagum. Untuk dapat masuk ke museum ini, kita diharuskan merogoh kocek sebesar 40 ribu perak, tapi.... worth it lah dengan kepuasan yang didapatkan.
Jika anda ingin sekaligus masuk ke museum De ARCA, maka duit yang dikeluarkan adalah 75 ribu perak, penulis gak sempat mampir ke De ARCA, sebab udah terlanjur malam.
Museum ini buka dari jam 10 pagi sampai jam 10 malam.
Penulis kesana pada hari Minggu, 6 Maret 2016, disarankan untuk kesana bukan tepat pada hari libur sekolah, dijamin akan kesulitan untuk ber-foto-ria, karena pasti ramai pengunjung yang antri...hehe....
Nih hasil dari beberapa jepretan-jepretan yang penulis beserta keluarga buat:
Belajar Photoshop (Membuat Efek Refleksi)
Efek Refleksi adalah bentuk
tampilan gambar yang mirip seperti pencerminan, jadi objek yang dibuat akan
terlihat seperti dicerminkan.
Langkah-langkah
pembuatan nya sebagai berikut :
1. Buat file baru dengan pengaturan seperti
berikut :
2. Kemudian
beri latar belakang gambar baru dengan menggunakan Gradient Tool, pilih warna
hitam putih.
3. Buat teks
seperti contoh :
4. Berikan efek Stroke dengan cara klik kanan
pada layer bagian bawah.
5. Rasterize
Layer, untuk mengubah Objek Teks menjadi objek raster (Kesatuan gambar), lalu
buat duplikasi Teks tersebut, dengan cara klik kanan pada layer teks, lalu
pilih/klik Duplicate Layer
6. Lakukan
perintah Edit Transform Flip Vertical, untuk mengubah arah Teks yang tadi sudah
diduplikasi.
7. Geser Teks
Duplikat ke bawah teks asli. Hasilnya lihat gambar.
8. Seleksi teks duplikat, lalu berikan
Feather sebesar 30 pixel. Kemudian hapus bagian seleksi.
9. Atur Opacity, dengan menggeser slider
yang ada di bagian Palet Layer. Hasilnya seperti gambar berikut :
Rabu, Maret 02, 2016
Wedang Uwuh
Tulisan ini merupakan kutipan dari beberapa sumber, serta pengalaman pribadi.
Wedang Uwuh ..... kalau diterjemahkan secara harfiah berarti Wedang = Minuman serta Uwuh = Sampah, jadi artinya Minuman Sampah...hahaha... yaa karena isi kandungan dari minuman ini seperti sekumpulan sampah daun-daunan.
Wedang Uwuh adalah minuman Khas masyarakat Yogyakarta, berasal dari daerah Imogiri, Yogyakarta,konon merupakan sajian minuman untuk para raja-raja disana.
Wedang uwuh nikmat disajikan panas atau hangat yang memiliki rasa manis dan pedas karena bahannya yang mengandung rempah-rempah.
Penyajiannya harus panas, dengan menuang air mendidih kedalam gelas yang telah dimasukkan bahan-bahan Wedang Uwuh ini dengan warna merah cerah dan aroma harum, rasa pedas karena ada jahenya, sedangkan warna merah karena adanya serutan kulit kayu pohon secang.
Khasiat utama dari Wedang Uwuh ini adalah dapat menghilangkan masuk angin, cape-cape serta pegal-pegal dan yang paling utama yaitu menghangatkan badan.
Adapun bahan-bahan dari Wedang Uwuh ini adalah :
* Jahe
* Daun serta Ranting Cengkeh
* Kulit kayu secang yang diserut
* Kayu manis
* Gula Batu
Cara menghidangkan Wedang Uwuh ini juga cukup mudah, dengan mencampurkan kesemua bahan tersebut ke dalam gelas, lalu disiram dengan air yang baru mendidih. Nantinya air akan berubah warna menjadi merah namun bening.
Saat ini, sudah banyak Wedang Uwuh yang dikemas ke dalam bentuk bubuk instan, namun rasanya agak berbeda.
Jika para pembaca ingin mencoba Wedang Uwuh Asli, namun belum punya kesempatan untuk pergi ke Yogyakarta, penulis bisa membantu anda untuk mendapatkannya. Tidak perlu jauh-jauh datang ke Yogyakarta.
Penulis menyediakan Wedang Uwuh asli yang langsung didatangkan dari Imogiri.
Harganya cukup terjangkau...cuma Rp. 3.000,- per bungkus plus ongkir (seperti yang terlihat pada gambar), bisa untuk 2 gelas ukuran 200 ml.
Wedang Uwuh ..... kalau diterjemahkan secara harfiah berarti Wedang = Minuman serta Uwuh = Sampah, jadi artinya Minuman Sampah...hahaha... yaa karena isi kandungan dari minuman ini seperti sekumpulan sampah daun-daunan.
Wedang Uwuh adalah minuman Khas masyarakat Yogyakarta, berasal dari daerah Imogiri, Yogyakarta,konon merupakan sajian minuman untuk para raja-raja disana.
Wedang uwuh nikmat disajikan panas atau hangat yang memiliki rasa manis dan pedas karena bahannya yang mengandung rempah-rempah.
Penyajiannya harus panas, dengan menuang air mendidih kedalam gelas yang telah dimasukkan bahan-bahan Wedang Uwuh ini dengan warna merah cerah dan aroma harum, rasa pedas karena ada jahenya, sedangkan warna merah karena adanya serutan kulit kayu pohon secang.
Khasiat utama dari Wedang Uwuh ini adalah dapat menghilangkan masuk angin, cape-cape serta pegal-pegal dan yang paling utama yaitu menghangatkan badan.
Adapun bahan-bahan dari Wedang Uwuh ini adalah :
* Jahe
* Daun serta Ranting Cengkeh
* Kulit kayu secang yang diserut
* Kayu manis
* Gula Batu
Cara menghidangkan Wedang Uwuh ini juga cukup mudah, dengan mencampurkan kesemua bahan tersebut ke dalam gelas, lalu disiram dengan air yang baru mendidih. Nantinya air akan berubah warna menjadi merah namun bening.
1 kantong ini bisa untuk 2 gelas
Rasanya manis-manis pedas, karena adanya campuran gula batu dengan jahe dan cengkeh.Saat ini, sudah banyak Wedang Uwuh yang dikemas ke dalam bentuk bubuk instan, namun rasanya agak berbeda.
Jika para pembaca ingin mencoba Wedang Uwuh Asli, namun belum punya kesempatan untuk pergi ke Yogyakarta, penulis bisa membantu anda untuk mendapatkannya. Tidak perlu jauh-jauh datang ke Yogyakarta.
Penulis menyediakan Wedang Uwuh asli yang langsung didatangkan dari Imogiri.
Harganya cukup terjangkau...cuma Rp. 3.000,- per bungkus plus ongkir (seperti yang terlihat pada gambar), bisa untuk 2 gelas ukuran 200 ml.
Menggunakan Fasilitas Manual Mode pada Kamera Foto
Mungkin ini hal yang pertama penulis membahas tentang Fotografi, meski kegiatan memotret juga bagian dari hobby penulis, namun dikarenakan sampai saat ini kegiatan tersebut belumlah maksimal dijalankan.
Biasanya kegiatan fotografi dilakukan ketika jalan-jalan alias traveling saja. Amatiran lah... Hehe...
Kamera yang dipakai pun cuma kamera digital kantong atau Pocket Digital Camera.
Tapi dikarenakan penulis suka banget membaca... Dan tadi sempat membaca tentang trik-trik menggunakan kamera digital dengan mode manual, maka tergerak hati untuk berbagi bacaan kepada teman-teman setia pengunjung sekaligus pembaca setia blog saya yang sangat sederhana ini. Sekaligus juga sebagai library pribadi penulis, siapa tahu nanti suatu saat membutuhkan trik ini.
Baiklah...kita langsung saja kepokok bahasan tentang menggunakan mode manual untuk pemotretan.
Yang pertama :
Kita harus mengenali suasana lingkungan pemotretan, apakah memungkinkan untuk menggunakan mode manual. Untuk suasana lingkungan yang memungkinkan adalah seperti pemotretan di dalam studio dengan pengaturan cahaya. Juga lingkungan seperti fashion fotografi, foto malam atau dalam suasana yang kurang pencahayaan.
Yang tidak memungkinkan untuk mode manual seperti saat hunting foto traveling, foto berita, foto jalanan yang tidak bisa di-skenariokan.
Yang kedua :
Menentukan skala ISO atau ASA terlebih dahulu lalu diikuti dengan pengaturan Aperture (diafragma) dan kecepatan bukaan rana (Speed). Semakin terang suasana ruangan semakin kecil skala ISO yang dibutuhkan, semakin gelap suasana maka semakin tinggi pula skala ISO yang harus kita atur.
Sebagai contoh, ISO 100 hingga 400 sudah cukup untuk suasana saat memotret Landscape saat terik matahari. Sedangkan untuk suasana senja atau didalam ruangan yang kurang cahaya seperti didalam ruang cafe atau rumah makan, untuk itu kita membutuhkan ISO sekitar 1200 atau lebih (tergantung kamera masing-masing).
Yang ketiga :
Penentuan Aperture atau bukaan diafragma. Kita bisa menggunakan Aperture dengan range mulai yang terbesar di lensa masing-masing yaitu f/1,4 ; f/1,8 ; f/2,8. Atau aperture terkecil f/22 ; f/16. Lensa yang mempunyai kemampuan diafragma besar biasanya harganya lumayan mahal.
Kita harus memahami pengaturan aperture ini, pada angka-angka kecil (diafragma besar) maka cahaya yang masuk ke kamera akan sangat banyak (akan menghasilkan gambar yang over sehingga kelihatan putih), kecuali untuk suasana temaram, akan sangat membantu untuk menaikkan tingkat kecerahan gambar. Konsekuensi lain adalah area gambar diluar fokus. Pada angka difragma kecil, maka gambar diluar titik fokus akan blur alias buram.. Pada kasus ekstrim dengan diafragma f1/4 pada malam hari, latar belakang akan terlihat blur namun menarik ; ini biasa disebut efek bokeh.
Sebaliknya untuk foto diluar diafraga besar ini tidak dibutuhkan, biasanya area gambar yang sharp atau tajam membutuhkan diafragma f/8 atau bisa lebih kecil, misal f/11 atau f/16 dan seterusnya.
Yang keempat :
Penentuan Shutter speed sampai titik keseimbangan metering kamera berada di tengah. Titik metering ditengah artinya gambar tidak terlalu cerah atau over exposure ataupun under exposure (terlalu gelap).
Indikator metering pada kamera merupakan alat bantu yang paling membantu untuk memprediksi hasil foto yang diperoleh, namun terkadang juga agak sedikit meleset.
Semakin cepat Shutter, maka momen yang dipotret hasilnya akan semakin Freeze, sebaliknya semakin lama shutter bekerja alias long exposure maka foto yang dihasilkan akan semakin lembut, bisa diaplikasikan pada saat memotret kembang api, air terjun atau jalanan kota pada malam hari.
Yang terakhir :
Jangan pernah berhenti untuk mencoba, terus berlatih..meski harus mengalami Try and Error, namun itu akan menghasilkan foto yang terbaik. Berlatih menggunakan ISO, Speed dan Diafragma dengan baik, hingga anda mampu hitung-hitungan diluar kepala untuk mendapatkan hasil foto yang terlihat lebih profesional.
GOOD LUCK.
Biasanya kegiatan fotografi dilakukan ketika jalan-jalan alias traveling saja. Amatiran lah... Hehe...
Kamera yang dipakai pun cuma kamera digital kantong atau Pocket Digital Camera.
Tapi dikarenakan penulis suka banget membaca... Dan tadi sempat membaca tentang trik-trik menggunakan kamera digital dengan mode manual, maka tergerak hati untuk berbagi bacaan kepada teman-teman setia pengunjung sekaligus pembaca setia blog saya yang sangat sederhana ini. Sekaligus juga sebagai library pribadi penulis, siapa tahu nanti suatu saat membutuhkan trik ini.
Baiklah...kita langsung saja kepokok bahasan tentang menggunakan mode manual untuk pemotretan.
Yang pertama :
Kita harus mengenali suasana lingkungan pemotretan, apakah memungkinkan untuk menggunakan mode manual. Untuk suasana lingkungan yang memungkinkan adalah seperti pemotretan di dalam studio dengan pengaturan cahaya. Juga lingkungan seperti fashion fotografi, foto malam atau dalam suasana yang kurang pencahayaan.
Yang tidak memungkinkan untuk mode manual seperti saat hunting foto traveling, foto berita, foto jalanan yang tidak bisa di-skenariokan.
Yang kedua :
Menentukan skala ISO atau ASA terlebih dahulu lalu diikuti dengan pengaturan Aperture (diafragma) dan kecepatan bukaan rana (Speed). Semakin terang suasana ruangan semakin kecil skala ISO yang dibutuhkan, semakin gelap suasana maka semakin tinggi pula skala ISO yang harus kita atur.
Sebagai contoh, ISO 100 hingga 400 sudah cukup untuk suasana saat memotret Landscape saat terik matahari. Sedangkan untuk suasana senja atau didalam ruangan yang kurang cahaya seperti didalam ruang cafe atau rumah makan, untuk itu kita membutuhkan ISO sekitar 1200 atau lebih (tergantung kamera masing-masing).
Yang ketiga :
Penentuan Aperture atau bukaan diafragma. Kita bisa menggunakan Aperture dengan range mulai yang terbesar di lensa masing-masing yaitu f/1,4 ; f/1,8 ; f/2,8. Atau aperture terkecil f/22 ; f/16. Lensa yang mempunyai kemampuan diafragma besar biasanya harganya lumayan mahal.
Kita harus memahami pengaturan aperture ini, pada angka-angka kecil (diafragma besar) maka cahaya yang masuk ke kamera akan sangat banyak (akan menghasilkan gambar yang over sehingga kelihatan putih), kecuali untuk suasana temaram, akan sangat membantu untuk menaikkan tingkat kecerahan gambar. Konsekuensi lain adalah area gambar diluar fokus. Pada angka difragma kecil, maka gambar diluar titik fokus akan blur alias buram.. Pada kasus ekstrim dengan diafragma f1/4 pada malam hari, latar belakang akan terlihat blur namun menarik ; ini biasa disebut efek bokeh.
Sebaliknya untuk foto diluar diafraga besar ini tidak dibutuhkan, biasanya area gambar yang sharp atau tajam membutuhkan diafragma f/8 atau bisa lebih kecil, misal f/11 atau f/16 dan seterusnya.
Yang keempat :
Penentuan Shutter speed sampai titik keseimbangan metering kamera berada di tengah. Titik metering ditengah artinya gambar tidak terlalu cerah atau over exposure ataupun under exposure (terlalu gelap).
Indikator metering pada kamera merupakan alat bantu yang paling membantu untuk memprediksi hasil foto yang diperoleh, namun terkadang juga agak sedikit meleset.
Semakin cepat Shutter, maka momen yang dipotret hasilnya akan semakin Freeze, sebaliknya semakin lama shutter bekerja alias long exposure maka foto yang dihasilkan akan semakin lembut, bisa diaplikasikan pada saat memotret kembang api, air terjun atau jalanan kota pada malam hari.
Yang terakhir :
Jangan pernah berhenti untuk mencoba, terus berlatih..meski harus mengalami Try and Error, namun itu akan menghasilkan foto yang terbaik. Berlatih menggunakan ISO, Speed dan Diafragma dengan baik, hingga anda mampu hitung-hitungan diluar kepala untuk mendapatkan hasil foto yang terlihat lebih profesional.
GOOD LUCK.
Langganan:
Postingan (Atom)































