Kita semua pasti butuh udara, nah...udara itu kan mengandung Oksigen. Jadi, mudah2 an blog saya ini bisa menjadi Oksigen bagi kita semua.
Jumat, Februari 19, 2021
Kayu Manis Sebagai Obat Diabetes dan Menurunkan Kadar Kolesterol
Puisi Teman (lagi...)
Ini adalah puisi yang ditulis oleh sahabat lama saya semasa masih sekolah di SMA Negeri 28 Jakarta, Bunda Yanti Zein.
hujan masih terus turun sore ini,
semua basah dan kuyup.
butir2 airnya ada yang menggelayut manja di dedaunan,
sebelum akhirnya menetes jatuh.
kompak berdendang-
seolah senandung dzikir.
mengetuk atap rumah,
lalu jatuhmenghunjam bumi, bersama tetes-tetes hujan lainnya.
mendungpun terlihat malas bergeming.
Hari seolah sudah senja.
lamat-lamat suara adzan terdengar bersahutan.
aaah kuyup dedaunan seolah mengingatkanku
Saat dimana tatapan matamu membuatku malu.
ketika semua kata, kalah dengan rasa...
maka hanya kopi hitamlah penawarnya.
Medio Pebruari 21
Rabu, Februari 17, 2021
Rumah Bau Melati
Satu lagi postingan yang saya dapatkan dari WAG, saya perhatikan koq kayaknya bagus nih buat diabadikan di Blog ini.
RUMAH BAU MELATI
Waktu Magrib yang menegangkan. Orang-orang bergerak menuju rumah kosong setelah pencuri kotak amal lari ke dalam bangunan angker untuk bersembunyi.
Tidak ada azan magrib hari itu sebab seluruhnya pergi mengejar pencuri laknat yang lancang mencemari rumah suci dengan perbuatannya yang keji.
Pencuri sialan!
Dia harus ditangkap dan diadili!
Rombongan massa itu saling sahut-menyahut, menumpahkan sumpah serapah, sesekali salah satu di antara mereka meneriakkan takbir.
Mereka makin dekat. Semerbak melati dibawa angin dari arah rerimbunan pepohonan di halaman rumah angker.
Rumah bau melati. Konon sering ada penampakan wanita yang melayang-layang mengitari rumah. Ia terbang sambil tertawa cekikian.
Namun, kali ini siapa yang peduli bau melati? Siapa yang peduli penampakan hantu wanita? Orang beramai-ramai. Bahkan di dalam rombongan itu ada Pak Haji, mana mungkin wanita itu berani menampakkan diri?
Bau melati makin kental. Kian menusuk hidung. Wangi sekaligus mendatangkan ketenangan yang mengerikan. Tak berapa lama kemudian orang-orang telah sampai di halaman rumah.
"Allahhu akbar!" Pak Haji mengucap takbir. Pandangannya menatap tajam ke awang-awang. Sementara warga yang lainya senyap. Beberapa gemetaran, ada juga yang mulutnya sampai menganga.
Perempuan itu muncul, melambung-lambung di antara dua pepohonan rimbun.
"Mengapa tak ke masjid? Mengapa tak mengumandangkan azan? Bangsaku sudah bersiap menutup telinga, beberapa sudah bersembunyi di tempat pembuangan yang kedap dan bau," sergah wanita yang wajahnya tertutup rambut panjang.
"Kami mau menangkap pencuri kotak amal!" jawab Pak Haji sedikit gemetar.
"Tidak bisa! Dia mencari perlindungan di rumah kami! Wajib bagi kami untuk melindunginya!"
"Setan terkutuk! Sudah terkutuk, sukanya membela bandit yang kelakuannya terkutuk!"
"Kamu lebih terkutuk! Kalian semua terkutuk!" Lecutan kata itu diiringi tawa cekikikan. Bau melati bertebaran.
"Biar aku bacakan kamu ayat-ayat Allaah! Lekas-lekaslah terbakar dan enyah kamu ke neraka!"
Pak Haji membaca ayat kursi. Warga berdzikir bersama-sama. Dengung suara dzikir terdengar bagai segerombolan lebah.
Tak lekas terbakar, wanita itu malah menirukan bacaan ayat kursi secara fasih.
"Bagaimana bisa ayat suci itu menghiasi lisanmu, bahkan tiap hari kamu membaca berjus-jus quran, tapi tak satu pun yang terselip di hati?" ucap wanita yang kini duduk di atas dahan pohon beringin.
"Apa maksudmu, setan busuk?"
"Aku tahu siapa si pencuri kotak amal. Dia cuman anak-anak. Dia yatim. Kini bertambah jadi piatu. Simboknya baru saja meninggal seminggu yang lalu. Tanah kuburannya masih basah lalu kini kalian mau menghabisinya? Bagaimana bisa penderitaan anak ini luput dari jangkauan kalian?"
Semua terdiam. Pak Haji makin jengkel.
"Tapi, bukan berarti dia boleh mencuri!"
"Kamu mengumumkan kas masjid yang puluhan juta itu melalui pengeras suara. Sementara anak ini kelaparan. Hidupnya kini sebatang kara! Lalu ke mana saja kas yang puluhan juta itu? Mengapa yang kalian pentingkan hanya pembangunan masjid saja?"
"Kalau masjidnya bagus dan nyaman, ibadah jadi tenang." Pak Haji masih membela diri meski nada bicaranya makin melunak.
"Masjid kalian makin megah, makin nyaman, tapi, Allaah yang kalian sembah itu kelaparan, kehausan, sedang kalian tak mau menggubrisnya."
"Kurang ajar! Beraninya kamu merendahkan Allah. Mana mungkin Allah lapar dan kehausan!" Pak Haji kembali menaikkan suara. Telunjuknya mengacung ke atas, tasbihnya terlihat melilit di pergelangan tangan.
"Dalam setiap jiwa yang kelaparan dan kehausan, Allah begitu dekat. Apa kalian tak pernah mengasah hati nurani?" Wanita itu kembali cekikikan.
Perkataan terakhir wanita itu membuat hati Pak Haji melunak secara kaffah. Dahulu, di pondok pesantren, ia kerap mendengar hadits qudsi tersebut. Mengapa kini ia malah melupakannya?
Tertunduk Pak Haji dalam-dalam. Betapa menyesalnya ia kini.
Bau melati semakin tidak wajar. Makin membuat pusing dan mual. Beberapa yang tidak kuat menghirup aroma kental itu akhirnya lemas dan pingsan. Pak Haji pingsan paling akhir.
*
"Pak, bangun! Sudah Mahrib. Ayo ke masjid." Bu Haji membangunkan suaminya yang tertidur selepas Ashar.
Buru-buru Pak Haji ke masjid dan mengecek kotak amal. Masih pada tempatnya. Pucat muka pria sepuh itu karena mimpi yang terus berkelebat di benaknya
Usai magrib, Pak Haji dan beberapa jamaah membongkar kotak amal. Dari hasil yang didapat, sebagian dialokasikan untuk pembangunan, sebagian untuk kesejahteraan umat.
Esok hari, pak haji buru-buru membeli sembako dengan uang kotak amal, ditambah uang pribadinya. Ia mendatangi rumah anak yatim yang ada di dalam mimpi.
Tersuruk-suruk langkah Pak Haji membopong sekarung beras dan menenteng bingkisan. Beberapa warga menawarinya bantuan untuk membawakan karung beras, tapi Pak Haji menolak.
"Ini adalah kelalaianku! Aku membiarkan anak yatim itu kelaparan. Aku sendiri yang harus memikulnya!"
Sesampai di depan gubuk tua dan reyot di pinggir sungai, buru2 Pak Haji dan warga dg bangga membuka pintu gubuk yg hampir roboh itu, dan...... apa yg mereka saksikan,..... Yatim piatu itu telah terbujur kaku di atas sajadah lusuh sambil memegangi perutnya... di hadapannya ada Al Qur'an kecil yg masih terbuka pada surat Al Mukmin ayat 47......
Innaa lillaahi wa innailaihi rooji'uuun
Allah berada di-tengah2 org yg hatinya hancur
Puisi Teman
Ini adalah kutipan puisi karya teman ku semasa SMA dahulu, namanya Gonda...saat sekarang ini kamu biasa memanggilnya Om Gonda (karena sama-sama udah tua...hehehe...ga enak aja kalo hanya panggil nama).
PUISI-PUISI TEPI PANTAI
Angin pantai... angin semilir
Buat bergoyang daun tembakau
Kenapa dihati ... getar bergilir
Saat ku teringat pada engkau
Barisan pohon kelapa rapi terlihat
Ketika ku menyisir pantai Padang
Ingin kupinjam 'sayap' Malaikat
Agar ku terbang dan bebas...
Memandang...
Deburan ombak dimalam ini...
Tlah membawa Kau dekapku kini
Kupinjam sampan dari dekat sini
Biar terbawa juga cintamu ini...
Kepakan sayap kelelawar...
Bawa berita & cerita pantai
Seakan tak bisa ku menawar...
Saat kekasih ajak ku bersantai...
Angin yang berhembus lewat kisi-kisi jendela kamar
Ditingkahi gemerisik suara pelepah daun kelapa
Bangunkan aku dari lelap yang samar
Seakan kupeluk engkau dan bercanda kita berdua...
Selasa, Februari 16, 2021
Penggunaan Bahasa Arab Yang Sering Salah Tulis
Sering kita menerima pesan dari sesorang (yang biasanya dibagikan di Group-group Media sosial diantaranya Whatsapp) yang menggunakan kata-kata berbahasa Arab. Sebagai contoh : banyak mereka yang mengucapkan salam secara Islami yang seharusnya ditulis secara lengkap yaitu "Assalamualaikum", tapi cuma menulis "Ass" saja, gak tau alasannya apa koq yaa disingkat begitu, padahal sekarang kan bukan jaman pake telegram yang setiap hurufnya dihitung dan berbayar (takut rugi karena bayarannya jadi lebih). Alasan mau buru-buru??? Memangnya mau kemana koq terburu-buru??? Lucu dan aneh yaa...
Jika dibaca oleh orang Barat yang menggunakan bahasa Inggris, bisa-bisa dia langsung marah, koq pagi-pagi udah ngomong "Pantat"???
Jadi...harap berhati-hati dikala kita menggunakan ungkapan-ungkapan maupun ucapan-ucapan yang menggunakan Bahasa Arab.
Di tulisan ini saya ingin berbagi bagaimana menggunakan Bahasa Arab yang baik (saya dapatkan dari postingan juga sih, tapi saya sudah mengkonfirmasi kebenarannya), tepat dan paling penting aman, jangan sampai jika diterjemahkan menjadi salah dan terkadang malah jadi berlawanan atau mengejek.
Untuk itu mari kita perbaiki bersama.
Ada beberapa kata-kata yang saya coba paparkan di sini, jadi setelah membaca tulisan saya ini, jangan sampai keliru lagi yaa teman-teman...
Ketika mengungkapkan belasungkawa, sering yang salah dalam penulisan Husnul Khotimah, tapi ditulis Khusnul Khotimah, yang artinya dihinakan matinya.
Khusnul = dihinakan
Husnul = dimulyakan
Berikut penulisan-penulisan kata-kata ungkapan yang paling benar :
- AAMIIN
- IN SYAA ALLAH (In dan Sya harus dipisah)
- HUSNUL KHOTIMAH
- Kata-kata Aamiin yang dapat berbeda arti jika salah menuliskan.
- Amin = Aman
- Aamin = Meminta perlindungan
- Amiin = Jujur
- Aamiin = Ya Allah, kabulkanlah do'a kami
- Insya Allah = Menciptakan Allah (naudzubillah ..)
Yang paling benar adalah :
In Syaa Allah = dengan izin Allah
- Assalamualaikum, jgn disingkat, karena ;
1. As = Orang bodoh atau keledai
2. Ass = Pantat
3. Askum = Celakalah kamu
4. Assamu = Racun
5. Samlekum = Matilah kamu
6. Mikum = dari bahasa Ibrani, Mari Bercinta.
Kebaikan-kebaikan yang didapat jika kita mengucapkan Salam yang benar :
1. Salam pendek : "Assalamualaikum" mendapatkan pahala 10 kebaikan.
2. Salam sedang : "Assalamualaikum warahmatullah" mendapatkan pahala 20 kebaikan.
3. Salam panjang : "Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh" ini yang paling sempurna akan mendapatkan imbalan pahala 30 kebaikan.
Begitu juga dengan menjawab yang menjadi kewajiban ummat muslim.Pahala kebaikan yang didapat juga sama.
ﻣَﻦْ ﺩَﻝَّ ﻋَﻠَﻰ ﺧَﻴْﺮٍ ﻓَﻠَﻪُ ﻣِﺜْﻞُ ﺃَﺟْﺮِ ﻓَﺎﻋِﻠِﻪِ
Barangsiapa yang menunjukkan kepada kebaikan, maka ia akan mendapat pahala seperti org yg melakukannya.
(HR. Muslim 3509.) Semoga bermanfaat
Demikian tulisan singkat ini, semoga para pembaca semua gak salah lagi yaa dalam mengucapkan kata-kata dalam Bahasa Arab yang dilatinkan.


